Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Saturday, April 23, 2016

Nasehati Aku, Mas...

Nasehat terkeren, terkesan, terciamik, terefektif, dan paling jos adalah bukan dengan hanya arahan atau perintah secara lisan. Akan tetapi, dengan memberikan contoh dari diri sendiri. Ada seorang bapak yang melarang keras anaknya untuk merokok. Namun di sehari-harinya bapak tersebut selalu menyuruh anaknya itu untuk pergi ke warung buat beli rokok untuk dia sendiri. Lalu, apakah anak tadi lantas mengiyakan larangan dari bapaknya tadi? Mungkin iya mungkin tidak. Kalau iya pun karena sebatas bentuk rasa hormat atau rasa takut dari anak ke bapak biar ngga dianggap jadi anak kurang ajar. Atau mungkin sang anak sudah mengerti dan mempelajari efek negatip rokok untuk tubuhnya sehingga menghindari perilaku merokok tadi.

Hal ini akan berbeda apabila sang bapak tadi memang bukan perokok. Sehingga kalau menasehati anaknya pun langsung mengena, karena sudah ada contohnya. Si anak pun bisa berpikir “oh bapak ngga ngerokok nih. Kalau ngelarang aku ngerokok berarti emang ada bahayanya ini, ada efek negatifnya ini. Oke lah, aku ngga bakal ngerokok”.

Tuesday, January 5, 2016

Heppi Gaess...!




Hepi new year.....!

Dorr dorr dorr.. swiishhh., byar...

Glodakk., grompyanngg...


Sengaja aku post seminggu setelah tahun baru. Takutnya ntar disangka kaum kafir, kaum wahyudi oleh tetangga, ngikut2 budaya mereka. Ssstt. . . . :D

          Tapi santai aja, pada kesempatan kali ini, aku ngga bakal ngebahas gituan. Bukan kapasitas saya. Sudah cukuplah kemarin-kemarin itu berseterunya. Udah cukup meriah, bahkan mungkin ngalahin “meriahnya” ledakan kembang api di Dubai kemarin. Lagian juga tahun depan bakal rame lagi kok. Oleh karena itu, meskipun jari ngetik sampai pegel, sampai kapalen pun tahun depan juga bakalan heboh lagi. Dan tahun depannya lagi dan tahun depan depannya lagi. Begituuuuu terusss entah sampai kapan lah. Itulah Indonesia. “We are too unique”. Haha

Tuesday, December 8, 2015

Tangan Mungil si Adek



Musim dingin sudah menjelang. Daun-daun maple yang basah ikut memenuhi jalanan. Genangan air terlihat di pinggir trotoar bekas hujan kemarin siang. Seakan menegaskan Ankara siap mengucapkan selamat datang. Selamat datang untuk musim dingin yang sebenarnya amat tak diinginkan untuk datang.

Pagi itu masih sepi. Jalanan masih cukup lengang untuk dilalui. Hari itu memang kebetulan aku ada sedikit urusan di kampus. Ada janji ketemu sama dosen. Memang sengaja pagi itu untuk berangkat lebih awal demi menghindari jalanan macet. Meskipun sebenarnya hati juga enggan untuk keluar rumah, meninggalkan kehangatan aerta kenyamanan bantal dan selimut di kamar sana.

Monday, April 27, 2015

Minggu Yang Tak Biasa




   Pagi tadi entah kenapa setelah subuh aku tak bisa tidur lagi. Kuberanjak dari tempat tidur dan menuju ke dapur untuk membuat segelas kopi panas. Nescafe Original 3 in 1. Musim dingin kali ini memang seperti masih enggan meninggalkan bumi Ankara. Sudah bulan keempat saja masih sedingin ini. Bahkan beberapa waktu lalu sempat masih hujan salju. Jadi bisa dipastikan bahwa pagi itu memang bernuansa agak lebih dingin dibandingkan pagi-pagi yang seharusnya. Apalagi tadi malam hujan sempat menyapa bumi Ankara. Sambil membawa segelas kopi, kulangkahkan kaki ini menuju balkoni rumah. Sekali-kali menghirup udara minggu pagi yang segar. Masih terlihat memang bekas  genangan-genangan air bekas hujan tadi malam. Hmmh, deras juga hujannya, pikirku.

Sunday, April 5, 2015

Sebuah Renungan



Sebagai seorang mahasiswa yang bisa di katakan mahasiswa tingkat akhir, tidak jarang aku berfikir akan menjadi apa aku nanti setelah lulus. Menjadi seorang mahasiswa yang menghabiskan hampir 4tahun di bumi Ustmani, seolah bukan menjadi sebuah modal yang layak mendapat lampu hijau untuk pergi kemanapun aku mau. Apa iya kalau lulusan luar negeri dijamin lebih sukses daripada yang lulusan dalam negeri? Enggak kan. Bahkan aku sering berfikir, apa sih nilai plus yang aku dapatkan dibanding teman-teman lainnya yang tak seberuntung aku yang menghabiskan masa kuliahnya di bumi pertiwi sana. Hal apa yang bisa aku banggakan dengan mereka? Pertanyaan itu seakan menjadi headline news yang selalu menghantui meminta untuk dijawab.

Most Popular