Konon katanya, kita bertumpah
darah satu, tanah air Indonesia.
Tapi banyak warga indonesia yang lebih bangga hidup di
negara orang lain. Berkeluarga di sana, sukses di sana, meninggal pun di sana. Entah
karena kondisi negara kita yang carut marut, krisis politik, agama, bencana ,
tak layak huni, dan lain sebagainya. Lebih asyik membangun negara orang di
banding negara sendiri, memakmurkan negara orang dibandingin negara kita
sendiri. Meskipun dibilang Indonesia lagi butuh tenaga pikiran kita pun, tetap
cuek aja. Itu urusan pemerintah, bukan urusan kita punya, begitu ujarnya.
Konon katanya, kita berbangsa
satu, bangsa Indonesia.
Tapi banyak yang masih bersikap bodo amat. Yang penting mah
urusin perut sendiri aja. Ada perang antar suku, ditonton, duduk manis depan
tipi. Asap menggila di sumatra kalimantan, bodo amat itu urusan pemerintah
(lanjut duduk manis depan tipi + ngemil pisang goreng). Orang dulu bilang
“berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, kalau sekarang mah ringan berat
panggil kuli pasar aja buat ngangkatin barang (lanjut duduk manis depan tipi +
ngemil pisang goreng + nyeduh kopi pahit). Bodo amatlah, yang penting nggak nyangkut
idup guwe, begitu katanya.

