Wednesday, September 9, 2015

Fenomena kaum gemblung


Hai gaess, beberapa hari lalu, dunia maya sempat digemparkan dengan “fatwa” yang sempat dilontarkan oleh salah satu artis nusantara ; T**** W**** . Sempat dia mengatakan, atau mungkin mengomentari lebih tepatnya kalau mengirim bacaan alfatihah kepada ahli kubur, atau seseorang yang sudah meninggal itu tidak sampe dan mungkin saja bisa dikatakan sebagai sebuah perbuatan bid’ah; yang mana tidak pernah diamalkan oleh Rasul SAW. Kaget bro, mengingat dia kan ya itungannya baru berhijrah dari dunia entertainment. Untuk saat ini aku tidak akan mengomentari bahwa apa yang dia katakan itu benar atau tidak, karena sesungguhnya aku pun masih dalam proses belajar. Aku hanya ingin mengomentari para netizen-netizen itu lho yang terlalu bodoh dan fanatik menyikapi hal ini. Tak dapat kita sangkalo juga kan kalau setelah sodara TW melontarkan pernyataan tersebut, banyak netizen yang komen negatif (ya meskipun masih ada yang mencoba memberi komentar postif). Mereka yang kontra dengan TW banyak yang berkomen bahwa  si TW terlalu sok lah, bau kencur lah, memecah umat lah, bahkan tak sedikit yang mengecam atas perbuatannya itu. Dan pada akhirnya berujung pihak KPI turun tangan dengan memberikan sanksi kepada TW.

Tuesday, September 1, 2015

Dibalik si gundhul pacul





        Menilik kembali ke masa kecil dahulu. Sebuah lagu yang nggak asing lagi bagi kita, khususnya bagi kita anak-anak dari jawa. Sebuah lagu yang memang sering dinyanyikan oleh simbah kita sebagai hiburan, atau mungkin juga digunakan untuk mengantar tidur malam kita. Bukan lah hal yang penting mungkin, cuma sebuah nyanyian daerah. Dan dahulu pun kuanggap sebagai nyanyian-nyanyian biasa yang tak bermakna.

Dalam wikipedia Indonesia pun asal usul lagu gundhul pacul dijelaskan sebagai berikut :
Gundhul Pacul adalah sebuah lagu anak-anak berbahasa Jawa . Terdapat dua sumber yang menyebut pengarang lagu ini, yaitu Sunan Kalijaga pada tahun 1400an dan R.C. Hardjosubroto.

Most Popular